Setelah Si Kembar masuk TK, Bu Aan bisa sedikit menarik nafas, paling tidak ketika mereka berada di sekolah. Maksudnya menarik nafas bukan berarti bisa bersantai di atas dipan sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi, tapi bisa fokus mengerjakan pekerjaan dengan lebih nyaman. Prita dan Prihatini masuk sekolah pukul 8 pagi dan bubar pukul 10. Sekolahnya hanya berjarak 100 meter dari pasar dan masuk ke sebuah gang, sekitar 50 meter lagi itu lah lokasinya. Sebelumnya itu adalah lahan kosong, kemudian sebagian dibangun menjadi sekolah yang digunakan sebagai Taman Pendidikan Anak Usia Dini di pagi hari dan Taman Pendidikan Al-Quraan (TPA) untuk anak-anak mulai usia SD setiap sore pukul 4. Pemiliknya adalah Haji Kosim, ia merupakan orang yang dihormati di sekitar tempat tinggalnya, meskipun

