Pagi-pagi sekali Bu Tatang sudah datang ke rumah kontrakan Bu Aan untuk menepati janjinya pada Prita dan Prihatini. Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, ketika bu Tatang tiba. Prita dan Prihatini sedang sibuk menggambar, mereka baru saja dibangunkan dari tidur. Sementara Bu Aan menyiapkan kebutuhan kerja Pak Sumitro. Bu Tatang mengucapkan salam tapi tidak ada yang menggubris, akhirnya ia langsung masuk ke ruang tamu yang pintunya sudah terbuka, saat Bu tatang hendak menuju dapur, di mana ia biasa menemukan Bu Aan, Pak Sumitro baru ke luar kamar sambil membetulkan posisi kerahnya. “Eh, Emak,” sapa Pak Sumitro sambil mencium tangan mertuanya. “Lagi siap-siap, Mas?” “Iya, Mak, ditinggal dulu sebentar ya, Mak,” kemudian Pak Sumitro berjalan ke halaman rumah untuk memanas

