Empat tahun kemudian... "Mamaaa..." Radit berlari keluar dari ruang kelasnya, menuju ke arah Aisha yang baru saja datang untuk menjemputnya. Kedua tangan Radit terbuka lebar bersiap memeluk Mamanya. Namun belum sampai ke tujuan, kakinya tersandung batu hingga membuat tubuh gempalnya terjerembap ke tanah. Aisha segera berlari menghampiri putranya. Radit terdiam menahan tangis, air mata menggenang di pelupuk matanya. Dia tertunduk memandangi baju seragam putihnya yang kotor berpasir. "Sayang... Mana yang sakit? Lain kali hati-hati ya, nggak perlu lari. Mama di sini kok nggak pergi kemana-mana." kedua tangan Aisha menyapu pasir yang menempel di baju, lengan dan kaki Radit. "Hiks... Hiks... Mama..." "Sstt... Anak mama kuat, ini nggak ada yang luka kok. Nggak perlu nangis yah..." Aisha

