"Kalo aku mau sama wanita lain, nggak akan aku nungguin kamu sampe bertahun-tahun kayak gini." bisik Rayhan lirih. Aisha menoleh, menatap Rayhan yang tengah menatapnya. "Beri kesempatan satu kali saja buat aku, Sha. Aku nggak akan kecewakan kamu lagi." "Aku..." Aisha menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Tidak tahu harus berkata apa. Ada keinginan untuk berkata iya, namun entah kenapa lidahnya terasa kaku. Matanya terpejam, air mata menetes di kedua pipinya. "Sttt... Maaf, Sha... Udah jangan nangis..." Aisha menggeleng, air mata masih mengalir di kedua pipinya. Ibu jari Rayhan menyapu air mata di kedua pipi Aisha. "Maafin aku, ya..." Aisha mengangguk. "Kamu terganggu dengan kehadiranku selama ini?" Masih dengan mata terpejam dan di antara isak tangisnya, Aisha men

