Wangi aromatherapy menguar di setiap sudut ruangan, musik instrumen yang menenangkan mengalun merdu. Aisha memejamkan mata, menikmati setiap pijatan lembut di punggungnya yang tegang. Masih dengan mata terpejam, dia tersenyum menyadari kapan terakhir kali memanjakan tubuhnya, berbulan-bulan yang lalu. Ketika Radit masih bayi dan masih gampang ditinggalkan pada pengasuhnya. Saat ini, putranya itu sudah mengerti jika Aisha akan pergi, dan selalu meminta untuk ikut. Tanpa sadar, dia tertidur lelap sembari menikmati pijatan terapis yang lembut di seluruh tubuhnya. Jam di tangannya menunjukkan pukul tiga sore ketika Aisha duduk di dekat meja kasir menikmati secangkir jahe hangat. Setelah minumannya habis, Aisha mengeluarkan kartu debit miliknya, dan menunggu petugas kasir menyelesaikan pembay

