Tangan kanan Yusuf erat menggenggam bunga yang dia bawa, sementara tangan kirinya sibuk merapikan rambutnya yang berantakan. Setelah itu dia menaikkan posisi kacamata yang membingkai wajah tampannya, karena benda itu turun dari posisi yang seharusnya. Saat ini dia melewati lorong kecil di samping toko kue milik Aisha yang merupakan akses langsung menuju tangga ke lantai 2 tanpa harus memasuki toko itu. Tanpa mengulur waktu, Yusuf mengetuk pintu dengan perlahan, menantikan wanita yang dirindukannya muncul di hadapannya. “Assalamualaikum…” Terdengar suara anak kunci di putar dan tak lama kemudian pintu terbuka. “Waalaikumsalam.” jawab Pak Bambang yang sedang menggendong Radit. “Nak Yusuf. Silahkan masuk. Cari Aisha, ya?” Yusuf mengangguk, “Iya, Om. Terima kasih.” jawab Yusuf sambil men

