"Jika memang kita tidak ditakdirkan untuk berjodoh, semoga aku nggak jatuh cinta sama kamu." Hati Verina berbisik lirih sembari menatap cincin yang melingkar indah di jari manisnya. Sesekali ibu jarinya mengusap cincin pertunangannya dengan Yusuf. Lelaki itu kini sudah beranjak dari sisinya, mendekati beberapa temannya yang hadir dan bercanda bersama mereka. Meninggalkannya seorang diri yang masih betah berada di pojok ruangan seraya mengamati tamu-tamu yang hadir. "Tapi kalau seandainya aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, aku akan pastikan kisahku nggak akan sama seperti kamu, yang menyerah begitu aja saat cintamu nggak menemukan jalan untuk bersatu." lanjut Verina bermonolog dalam hatinya. Dengan langkah anggun, wanita cantik ini beranjak dari tempatnya tadi. Berjalan perlahan, me

