Ekstra Part 2. Percakapan di Bandara

1314 Kata

Udara sejuk di Jumat pagi terasa memeluk tubuh lelaki yang kini melajukan sepeda motornya di jalan raya. Bahkan dia sampai lupa memakai jaket yang biasanya selalu dia kenakan jika berkendara sepagi ini. Jika bukan karena paksaan bundanya, tidak akan mau Yusuf pergi sepagi ini. Bahkan saat matahari belum menampakkan sinarnya seperti saat ini. "Bun, dia kan bisa bawa mobil sendiri. Nggak perlu juga aku antar." awalnya Yusuf memang terang-terangan menolak saat Bunda Tina memerintahkan padanya untuk mengantarkan Verina ke bandara. Mendengar penolakan dari anaknya, wanita berusia lima puluh lima tahun itu memasang raut wajah kesal. Tangannya bergerak bersiap mendaratkan cubitan di perut Yusuf. Namun berhasil dihindari dengan cepat oleh sang anak. Kemarin sore, saat dia mengajak Verina untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN