Extra Part 4. Lupa Waktu

1921 Kata

“Halo, Yuli. Apa kabar?” suara khas milik Aisha terdengar di ujung telepon. Yuli yang tadi sedang mengerjakan kue pesanan konsumennya, langsung meninggalkan pekerjaannya begitu mendengar ponselnya berbunyi dan tertera nama Aisha disana. Setelah mencuci tangan dengan tergesa-gesa Yuli mengangkat telepon dari Aisha. “Alhamdulillah baik. Mba Aisha gimana? Sehat? Radit gimana, Mba?” Terdengar tawa renyah oleh indra pendengaran Yuli, yang membuatnya menarik kesimpulan bahwa Aisha baik-baik saja. “Alhamdulillah sehat, Radit juga. Gimana keadaan di toko, Yul?” “Baik, Mba. Lancar semuanya. Tiap hari rame, Mba. Pesanan juga banyak. Mba Aisha kapan pulang? Kurang tenaga ini Mba, disini.” canda Yuli, padahal semua masih bisa ditanganinya dengan baik. “Maaf ya, jadi ngerepotin kamu. Nambah-nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN