Cuaca masih terik meskipun waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Meneguk minuman dingin akan sangat menyegarkan. Maka sore itu, ketika mobil yang dikendarainya bergerak keluar dari kawasan sekolah, Yusuf mengarahkannya ke AR Bakery yang memang lokasinya selalu dilewati oleh Yusuf karena searah menuju jalan pulang. “Green tea satu, Red Velvet satu.” pesan Yusuf pada Bunga. “Takeaway, Kak?” tanya Bunga ramah yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Yusuf. “Semuanya enam puluh delapan ribu.” Sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah, Yusuf bertanya pada Bunga. “Nga, Aisha belum pulang ya?” “Belum, Kak.” Yusuf menghela nafas panjang seraya membatin, “Mau sampai kapan kamu menghindar, Sha?” Melihat jam di tangannya sudah menunjukkan hampir setengah lima sore, Yusuf bergegas

