PERHATIAN!! Bab ini mengandung adegan kekerasan yang berdarah-darah dan tidak layak untuk di tiru. Bagi yang tidak suka adegan kekerasan silahkan di skip. Harap bijak dalam menyikapinya bagi yang membaca, karena ini murni hanya sebuah cerita. *** Yura mengeryitkan keningnya keheranan, melihat pintu rumahnya terbuka. Dia segera turun dari motornya dan memastikan apakah semuanya baik-baik saja. Terakhir kali Yura menemukan pintu rumahnya terbuka ketika Tomi pingsan setelah mendapat kabar jika semua pabriknya sudah terjual, Tomi tidak mengetahui jika di balik terjualnya pabrik itu, pembelinya adalah Thomas Giedon. Yura melangkah sedikit was-was, Tomi masih memiliki beberapa hutang kepada depkolektor, Yura sudah memberikan cek untuk di cairkan. Yura tahu Tomi sudah tidak memiliki apapun l

