BAB 32 : Luka

2169 Kata

Jangan lupa love dan komentarnya Selamat membaca *** Sekali lagi Yura melihat dirinya di depan cermin, gadis itu memakai baju tidur hitam berbahan sutera yang kebesaran milik Armin. Rasa dingin lembut kain sutera itu sedikit menngurangi rasa panas dan sakit yang menggigit punggungnya. Pipi Yura masih terlihat merah bergaris dengan mata yang sembab,  dan bibir yang bengkak. “Aku malu sekali” Yura menggerutu menutupi pipinya yang tiba-tiba memerah. Yura malu karena terbayang bagaimana Armin telah menciumnya, Armin juga telah melihatnya telanjang hingga memandikannya. Yura menghembuskan nafasnya dengan gusar, dia benar-benar gugup dan malu bila harus bertemu Armin. Haruskah aku mengurung diri disini?. Batin Yura bertanya. Yura menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum menarik daun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN