Jangan lupa love dan komentarnya Selamat membaca *** Yura berjalan dengan bertelanjang kaki, dia mendekati Armin yang tengah sibuk menyiapkan sarapan. "Selamat pagi" ucap gadis itu hati-hati. Armin langsung berbalik dan tersenyum lebar, dia mematikan kompornya dan mendekati Yura. "Bagaimana kabarmu?" Kedua tangan Armin merengkuh tubuh kecil Yura kedalam dekapannya. "Baik, terimakasih. Hanya sedikit mual" Tangan Armin berhenti di rambut Yura, dia menyibakan rambut gadis itu dan mengangkat wajahnya, "Aku akan mengobatimu." "Mungkin sebaiknya aku pulang, aku tidak ingin merepotkanmu." "Tinggalah disini sampai kau sembuh" ucap Armin dengan tajam. Dia tidak suka melepaskan gadis itu, sementara tubuhnya masih memerlukan perawatan. Armin tidak bisa menjamin jika dia melepaskan Yura sekara

