Hujan turun dengan deras, membuat beberapa orang yang berada di jalan langsung berlari—mencari tempat untuk berteduh. Teras-teras ruko disamping jalan yang sedang tutup pun menjadi objek untuk berteduh. Membuat lantai keramik putih itu menjadi penuh dengan bekas sepatu atau sandal. Halte bus pun dipenuhi dengan manusia—entah sedang menunggu bus datang atau hanya berniat berteduh saja. Mereka saling berjejal, mencari ruangan paling tengah agar terhindar dari guyuran air. Arthur berjalan pelan melewati jalan dengan santainya. Hujan tidak akan membuatnya basah, karena dia roh. Terlalu banyak hal baru yang terjadi kepadanya semenjak kecelakaan itu. Semua hal yang tidak pernah dirinya ketahui, tiba-tiba membuatnya tahu dan mengerti. Tentang masa lalu orang tuanya, tentang ketulusan seseorang,

