Seina lupa dengan pernyataan yang pernah Reon katakan : siapapun yang berani bermain-main dengannya, akan berakhir menjadi mainannya. Dengan mengingat semua itu saja, tubuhnya menggigil tidak karuan. Reon adalah monster yang tidak akan memberikan ampun kepada orang yang sudah dianggapnya sebagai benalu. Tetapi kali ini, Seina masih dimaafkan. Lalu apa maksudnya? Setiap kali Reon melangkah maju, maka Seina mengambil langkah mundur. Tatapannya tidak lagi setajam tadi, namun suasana di dalam ruangan ini begitu panas—menyeramkan dan menakutkan. Seina hampir saja jatuh jika saja Reon tidak menarik tangannya. Tatapan mereka beradu, perlahan bibir Reon mendekat—mengecap manisnya bibir Seina yang dilapisi lip balm. Tidak ada perlawanan sama sekali, tetapi tidak dibalas juga. Seina hanya diam dan

