Bab 16. Es Krim

1186 Kata

“Kay, tunggu dulu!” Evan menarik lengan istrinya hingga kini mereka saling berhadapan. Namun, karena perbedaan tinggi badan, si suami akhirnya memilih untuk menuntun sang istri untuk duduk di kursi. Sedang dirinya berlutut di depannya, tidak lupa tangannya menggenggam tangan Kayla dengan lembut. “Aku minta maaf, Kay,” tuturnya sungguh-sungguh. “Buat apa minta maaf? Toh kejadian itu juga udah terlewat,” balas Kayla dengan wajah malas. “Iya, aku tahu, Kay. Makanya aku minta maaf.” Tidak ada paksaan, tetapi Evan ingin Kayla tahu jika dirinya benar-benar merasa bersalah. “Mungkin karena aku yang sudah ingkar kepadamu sehingga pekerjaanku pun menjadi berantakan,” ujarnya kemudian. Kayla mengintip dari balik bulu mata lentiknya. Dia kemudian melihat ke arah tangan mereka yang masih berada sal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN