Evan melepaskan tautan tangan mereka. Kini pria itu memilih menahan siku Kayla yang hendak berlalu. Dipandanginya wajah ayu dan mulus milik sang istri yang tengah menunduk. “Ada apa, Kay? Kenapa wajahmu berubah murung?” “Oh?” Kayla terhenyak dari lamunannya. Dia menatap balik sosok tampan nan tinggi di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Mulutnya ingin bercerita, tetapi ada rasa sungkan sehingga membuatnya kembali terdiam. “Kay,” panggil Evan lagi. Suaranya terdengar mengalun merdu, memberikan kekuatan bagi Kayla yang masih ragu untuk mengungkapkan kejujuran beberapa bulan lalu. “Apa Bang Evan ingat kapan aku terakhir ke sini?” Mata perempuan itu kini bersinar ragu. Dia yang merasa canggung akhirnya memilih untuk duduk di atas tepi kolam renang. Keinginannya untuk turun dan be

