Chapter 66. Kemarahan Saka Arya Bima.

1002 Kata

Cakra terbangun dari tidurnya sambil berteriak memanggil nama mantan kekasihnya, Mentari. Tubuhnya dibanjiri keringat, hingga pakaian tidurnya pun terasa basah. Padahal, mesin suhu pendingin dalam kamarnya cukup dingin di angka delapan belas derajat Celsius. “Arrgh….!” Cakra berteriak frustasi sambil mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menyugar rambutnya dengan kesal. “Mimpi yang sangat indah, akan tetapi sangat menyakitkan,” gumam Cakra sambil mencengkram selimut miliknya dengan perasaan remuk padam. Cakra turun dari atas ranjangnya, mengambil air minum di dalam lemari pendingin yang ada di kamarnya. Ia menghabiskan satu gelas air mineral dengan satu kali tegukkan, seolah kehausan yang teramat sangat ia rasakan. Senyuman getir yang terukir dari bibirnya, seolah menggambarkan jika nasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN