Chapter 29. Meja Kerja Yang Terlalu Dekat.

1183 Kata

Nadira baru saja turun dari mobilnya yang sudah ia parkir khusus untuk para staf karyawan. Langkah kakinya terasa berat ketika ingin masuk ke dalam perusahaan tersebut. Mungkin salah satu penyebabnya, karena ia bekerja dan menjadi sekretaris laki-laki yang selama ini sangat dihindarinya. ‘Andai aku tidak terikat kontrak kerja yang mengharuskan membayar denda itu, aku tidak akan pernah sudi untuk bertahan dan melanjutkan kerja di Perusahaan ini,” bathinnya menyesali segala apa yang telah terjadi. “Selamat pagi, Mbak! Mbak Nadira, kok nggak naik lift yang itu?” sapa Mawar sambil menunjuk pintu lift khusus CEO dan PRESDIR. Nadira pun sedikit tersentak lirih, lalu tersenyum tipis. “Eh, ia. Pagi juga, Mawar! Nggaklah, itu kan khusus lift Bos.” Mawar pun nampak menganggukkan kepalanya. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN