Di Dua Alam

723 Kata
pria tinggi berkacamata memasuki kamar Noval mengikuti burhan. seketika jantung noval berdebar dan menyadari betapa kusutnya dia saat ini. kenapa di saat seperti ini bang Rehan datang?fikirnya dalam hati. dia membuang mukanya saat lastri menyuapkan bubur. sekilas rehan tersenyum. "kalo gitu om tinggal yah Rehan, ada meeting di kantor," ucap burhan. "papa berangkat yah ma, Val habisin sarapannya terus minum obat." "Nak Rehan ayo ke sini. jangan berdiri di depan pintu aja." ajak lastri. kenapa harus sekarang sih ma? noval kan malu. rutuk noval dalam hati masih membuang muka. "ini tante, ada kiriman dari mama. buah2an segar," ucap Rehan. "aduh...gak usah repot repot nak. bilang makasih sama mama yah." ucap lastri bahagia. "biar rehan aja yg letakin di meja tante,"ucap rehan sengaja. noval tidak menyadari bahwa meja tepat di samping dia membuang muka. "gimana keadaan kamu, dek? sudah agak mendingan?" noval tidak bisa menghindar lagi mau tak mau dia menjawab dengan gugup "i...iya kak. noval sudah agak mendingan." wajah noval memerah. "tapi muka kamu agak merah. berbaring aja lagi dek," ucap rehan. lastri khawatir langsung membantu noval berbaring. ini merah karena malu, kak. tapi gak pa pa lah biar pura2 tidur aja. batin noval mencoba memejamkan mata dengan sengaja. rehan merasa gemas melihat tingkah konyol noval. "kalo gitu tante, rehan permisi dulu yah," ucap rehan. "kok buru2 nak. kita makan siang aja dulu di sini yah?"ajak lastri. "baiklah tante, tapi makanannya biar rehan yg pesan online aja yah. nanti tante capek." ucap rehan. "iya nak rehan. makasih banyak yah." ucap lastri. "Nanti sepulang sekolah dea dan mama datang ke sini tante," ucap rehan. Noval yg pura2 tidur mendengarkan semua percakapan mereka. Rehan menyadari bahwa Noval pura2 tapi dia hanya tersenyum melihatnya. saat mengetahui noval sakit rehan segera ke sini dan meninggalkan kantornya. thesisnya juga dia tinggalkan. dia merasa sangat cemas. Noval kembali tertidur. Rehan menghidupkan ayat2 Al Qur'an melalui ponselnya. *** Noval berada di kamar yg dingin dan gelap. dia berbaring di sebuah tempat tidur berukuran besar. tempat tidur kuno, seperti tempat tidur kerajaan. di luar ruangan noval mendengar suara suara berisik. noval perlahan turun dari tempat tidurnya. bukannya dia tadi tidur di kamarnya dan ada bang rehan. impus di tangannya juga sudah tidak ada. hanya saja bekas luka tusukannya masih ada dan terasa sakit. ya Allah. kenapa aku di sini lagi? batinnya takut. "kalian jangan macam2," ucap sebuah suara, Jay. "Drako sudah memerintahkan agar kalian tidak melakukan sesuatu yg dapat melukai putri Noval." "Tapi dengan memakannya umur kita abadi," geram seseorang. "sekali lagi ku peringatkan jangan macam2. atau kalian mau ku habisi sekarang?" ancam Jay. Noval yg mendengar ribut ribut di luar merasa merinding dengan percakapan mereka. "Mr. Drako dataaaaannnngggg" ucap seseorang di luar. mau tidak mau noval segera berlari ke tempat tidurnya dan pura2 tidur. dia merasa de javu. drako mendatangi tempat tidurnya dan memandang Noval yg tertidur pulas. "Maafkan aku Noval, maafkan aku. aku hanya mau ibunda ratu bisa bangkit kembali dengan sedikit darahmu. tapi aku juga ingin lihat reaksinya sementara aku menahanmu di sini dan menunggu bahan2 yg lain terkumpul," ucap Draka. Draka ingin menyentuh kepala Noval. tapi tangannya menjadi panas dan kesakitan. "apa yg terjadi?" draka merasa marah. "siapa yg menggangguku?" Draka kembali menyentuh kepala Noval, namun hal yang sama terjadi "siapapun yg mengganggu ku akan ku bunuh," draka menggeram. Noval sangat ketakutan. *** noval membuka matanya dan dia melihat ke sekeliling. ternyata tak jauh darinya mama tengah tertidur di sofa santai. maafin noval ma, batin noval. dia melihat ke sekeliling namun dia gak melihat bang Rehan hanya ada ponsel bang Rehan di sebelahnya menyalakan ayat2 Al Qur'an.noval merasa tenang. tapi dia kembali mengingat-ingat mimpinya tadi dan kepalanya merasa pusing. kenapa Draka semarah itu? siapa yg ingin dibunuhnya? ponsel noval berdering tertera nama dea. "Hallo assalamu'alaikum," ucap Noval. "wa'alaikum salam nona cantik," jawab dea. noval tersenyum. "ni gue lagi di jalan mau ke rumah lo baru dijemput bang rehan. tapi kami mau jemput mama dulu ke rumah. cuci muka sama sikat gigi dulu gih. pake' bedak and lipstik biar agak cantik." "ye...lo fikir gue mau kondangan. lagi sakit juga,"ucap noval. "gak malu apa diliatin bang rehan,"ucap dea berbisik. "gosipin kakak kalian yah?" ucap kak rehan di seberang. "aduh...aduh... sakit kak," dea mengaduh kesakitan sepertinya dijewer kak rehan. "rasain," ucap noval tertawa. "eh...nanti lagi yah val. udah sampai rumah ni. lho kok..." dea belum sempat menyambung omongan telfon terputus.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN