ῳ_ ῳAUGURY GIRL ῳ_ ῳ “Gue udah selesai pilih novelnya, Nai.” Ucapan Arisa seketika membuatku terbangun dari lamunan. Entahlah, aku merasa belakangan ini aku terlalu sering melamun. “Oh, Oke. Mau langsung ke kasir aja?” tanyaku. Arisa mengangguk. Ia tiba-tiba mengerutkan dahinya. “Lo gak jadi beli?” tanyanya. “Oh, astaga, gue lupa! Tunggu sebentar yah, atau kalau lo mau duluan ke kasir juga gak apa-apa. Entar gue nyusul,” jawabku sedikit terbata. Arisa memicingkan matanya ke arahku. “Lo kenapa, Nai? Kok gelagat lo jadi aneh? Lo sakit, yah?” tanya Arisa bertubi-tubi. Aku tertawa pelan. “Apaan, sih! Gak, lah! Orang gue sehat-sehat aja, kok. Lo jangan berpikir aneh-aneh.” “Lagian tiba-tiba ekspresi muka lo kayak gi

