BAB 25

1389 Kata

     Perjalanan menuju ke Mall memakan waktu hampir satu jam. Itu dikarenakan suasana hiruk piruk kendaraan sangat padat yang mengakibatkan terjadinya kemacetan lumayan panjang. Setelah sampai, kami pun langsung mendatangi salah satu restoran favorit kami berdua untuk segera makan siang. Arisa memesan menu favorit kami yaitu ayam lada hitam yang disajikan dengan sayur-sayur segar dan pastinya sangat lezat serta tidak lupa ditambah es teh sebagai pelengkap semuanya. “Nai, malam ini boleh gak gue nginap di rumah lo?” tanya Arisa. “Boleh, lah! Masa gak boleh. Jangankan mau nginap, lo mau tinggal selamanya juga gak apa-apa. Kan masih ada tuh satu kamar kosong yang gak terpakai. Gue dan Robin dengan senang hati menyambut kedatangan lo,” jawabku berapi-api. Arisa tertawa melihatku begitu ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN