ῳ_ ῳ AUGURY GIRL ῳ_ ῳ Perlahan kesadaranku mulai kembali. Meskipun masih terasa berat, aku tetap berusaha untuk bisa membuka kedua mataku. Aroma obat-obatan yang sangat menyengat tercium dihidungku, aku mulai merasakan benda-benda medis yang sudah terpasang di tubuhku. Dan aku juga bisa merasakan balutan kain putih melingkar dikepala. ”Ma …,” ucapku lirih. Saat ini, Robin berdiri di samping kiriku, kedua orangtuaku duduk di samping kanan, sementara Pak Malvin berada agak jauh. Meskipun jauh, aku melihatnya manatap khawatir ke arahku. “Kakak …” “Nai! Kamu sudah sadar, Nak? Pa, panggil dokter!” “Biar saya saja, Pak,” ucap Pak Malvin. Ia pun segera melesat pergi. “Nai, Mama, Papa, dan Robin benar-benar lega melihat kamu

