“Sebenarnya tadi aku mau kasih tahu ke orang tua kita kalau hubungan kita udah selesai, tapi sepertinya kamu punya alasan lain kenapa kamu merahasiakan hal ini dan memilih berbohong kayak tadi.” Wira menoleh. “Kenapa, Re?” Rena, wanita cantik dengan rambut sebahu yang dibiarkan tergerai pun mengangkat kedua ujung bibirnya, tipis. Ia menoleh pada Wira. “Kalau aku bilang alasan sebenarnya adalah kamu, kamu percaya, nggak?” “Percaya kalau emang itu alasan kamu,” jawab Wira mantap. Padahal di kepalanya kini muncul berbagai macam pertanyaan yang ia sendiri ragu dengan jawabannya. Lagi-lagi Rena tersenyum tipis. “Kamu tahu kan bagaimana orang tuaku? Protektif dan nggak mudah kasih kepercayaan ke laki-laki yang dekat sama anak perempuannya,” ucapnya. “Tapi waktu orang tuaku ketemu kamu, uda

