“Mama apaan, sih kok nanyanya gitu? Kan udah aku bilang tadi, kami hanya berteman aja, Ma. Nggak lebih. Dan, oh iya, tadi Rena titip salam buat Mama. Kemarin, dia sempat mau jenguk Mama di rumah sakit, tapi nggak jadi karena dia dapat kabar kalau ayahnya kecelakaan.” “Ya ampun, kasihan sekali Rena. Memangnya ayahnya kecelakaan di mana? Parah atau nggak? Terus keadaan ayahnya sekarang bagaimana? Ada luka yang serius atau nggak?” tanya Sekar beruntun. Raut penasaran yang semula tercipta di wajah wanita itu kini berubah, menampilkan raut penuh kecemasan. Wira menggeleng. “Aku sendiri kurang tahu ya, Ma kecelakaannya parah atau nggak. Karena Rena sendiri belum cerita banyak. Tapi menurutku kecelakaannya lumayan parah, Ma. Soalnya, ayahnya Rena sampai mengalami patah tulang di kaki kirinya da

