“Serius lo mau ikut ke acara reuni SMA-nya Papa? Lo nggak lagi mabuk kan, Wir?” tanya Sakti memastikan. Hampir saja ia menyemburkan jus jambu yang diminumnya karena mendengar cerita laki-laki di sebelahnya. “Gila aja gue mabuk, kagaklah! Gue serius, Sak. Gue mau ikut ke acara itu. Kenapa lo kaget banget gitu, sih kayak apa yang gue lakuin tuh termasuk hal langka?” decak Wira lalu meraih dimsum di piring dan melahapnya langsung dalam satu kali suapan. “Ya emang hal langka, Wira. Gini ya, lo itu kan paling anti datang ke acara-acara kayak gitu—ke acara perusahaan aja kalau bukan karena formalitas, lo juga nggak mau kan? Nah, terus ini sekarang lo tiba-tiba bilang kalau lo mau ikut ke acara reuninya Papa, atas kemauan lo sendiri pula. Apa lagi coba kalau bukan hal langka?” “Nggak kok, gue

