Waktu menunjukkan pukul sebelas malam ketika Wira menuruni tangga lantai dua kamarnya. Lampu-lampu di ruang utama sudah dimatikan, hanya tersisa lampu dengan cahaya kekuningan dari arah dapur. Tiba di anak tangga terbawah, langkahnya kemudian berbelok menuju dapur. Sebenarnya, Wira berniat tidur lebih cepat malam ini karena badannya terlalu lelah, tapi ternyata ia malah tidak bisa tidur. Sekalipun ia sudah mencoba memejamkan matanya, bahkan sampai memutar musik pengantar tidur dari ponselnya, tetap saja sama. Pada akhirnya, Wira memutuskan beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah keluar kamar. Sampai di dapur, Wira meraih sebuah gelas di meja, mengisi gelas itu dengan air minum, dan meneguknya hingga tersisa setengah. Wira mengembuskan napas pelan. Dahaganya berkurang. Namun, tiba-t

