“Ayah ngomong apa aja tadi, sama kamu?” Suara seorang wanita terdengar dari ponsel yang diletakkan di atas meja dapur. Pemilik ponsel sengaja mengaktifkan loudspeaker, sementara ia menuangkan air dari teko kaca ke dalam gelas lalu meneguknya sampai habis. Itu adalah pertanyaan kedua yang diterima Wira tak lama setelah menginjakkan kaki di unitnya. Wira baru saja kembali setelah mengantar Rena pulang ke rumah. Itu pun, Wira tidak bisa langsung pergi karena harus menghadapi interogasi dari Muhdi, ayah Rena. Mungkin, karena tadi, Wira terlalu malam mengantar wanita itu pulang. “Wira, kamu masih di sana, kan? Kok nggak jawab pertanyaanku, sih? Ayahku ngomong apa sama kamu, Wir?” Rena di seberang sana menuntut jawaban. Nada suaranya terdengar tak setenang biasanya. Wira meletakkan gela

