Hawa dingin tiba-tiba menyerang. Diikuti suara gemuruh petir dan tak perlu waktu lama bagi titik-titik air dari langit untuk jatuh menghantam apa pun yang ada di bawahnya. Membuat semuanya basah tanpa terkecuali. Deru kendaraan bermotor dibarengi suara klakson yang saling bersahutan—pengemudinya pasti ingin saling mendahului agar cepat sampai tujuan—menambah bising suasana malam itu. Namun, suasana bising di luar sana nyatanya berbeda jauh dengan suasana di dalam sebuah unit apartemen milik seorang laki-laki berkaus putih yang duduk memunggungi layar televisi. Terpisah oleh meja, di depannya duduk seorang wanita dengan rambut yang dikuncir ekor kuda. Sama seperti si laki-laki, wanita itu tampak pada mangkok di hadapannya. Tidak ada pembicaraan yang tercipta. Mereka sibuk menikmati mie a

