Althea merasa punggungnya seperti terbakar. Rasa perih yang amat sangat menggerogotinya. Dia membuka matanya perlahan dan sebuah hutan menyapanya. Dia bangkit dari posisi tidurnya yang telungkup, dan merasakan rasa perih itu kembali menyerang punggungnya. Rasanya begitu mengerikan hingga dia merasa bisa kapan saja kehilangan kesadaran. Althea terduduk di tanah dan tangannya terulur menyentuh punggungnya. Althea tersentak dan dia membulatkan matanya tidak percaya atas apa yang dia sentuh. Rasanya seperti luka yang terbuka, dengan cairan kental. Althea menarik jemarinya dan menatap darah berwarna merah terang di ujung jarinya. Jantungnya berdegup sangat cepat, seolah hendak mendobrak dadanya. Dia menatap nanar dengan rasa terkejut yang luar biasa. Tidak mungkin. Althea mengumpulkan kek

