Althea mengerjapkan matanya, dia sedikit menutup matanya karena silau. Perlahan, ketika dia sudah bisa menyesuaikan dengan cahaya, dia menatap sekelilingnya, entah di mana dia sekarang. Dia berada di ruangan tertutup yang terbentuk dari seperti ranting ranting yang saling memilin satu sama lain membentuk sebuah sarang. Dari tiap pilinan itu terdapat ruang yang membuat cahaya matahari bisa masuk ke dalam. Dia beralih menatap ke tempat yang ditidurinya sangat lembut tumpukan bulu, seperti bulu unggas. Dia melihat badannya, dari pinggang hingga ke atas semua dililit oleh seperti kain yang saling tumpeng tindih, di bagian bawahnya, dia masih memakai celananya. “Kamu sudah sadar” Althea mendongak dan tatapannya bertemu dengan sesosok perempuan yang sangat cantik, dengan tulang pipi yang meno

