PART 8

904 Kata

Isabela berdiri bersandar di balik pintu. Baru saja, Mateo mendorongnya hingga keluar. Isabela terpaku. Dahinya mengeryit. Mencoba mencerna apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Mateo yang tiba-tiba marah. Mateo dengan wajah yang teramat terluka. "Nona..." Suara yang nyaris serupa bisikan dari seseorang membuat Isabela menoleh dan mendapati pelayan wanita yang tadi membukakannya pintu. "Nona, kemari lah..." Lagi-lagi pelayan itu berbisik. Isabela mendekat dengan heran. "Lebih baik menjauh dulu Nona. Berbahaya. Tuan...oh...biarkan dia sendiri dulu." "Tapi kenapa ini?" Isabela berjalan cepat mengikuti pelayan bernama Anna itu. Mereka tergesa menyusuri koridor dan keluar menuju teras samping rumah. "Ada apa?" "Mawar itu seharusnya tidak dibawa kemari apapun tujuannya Nona." "Okay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN