PART 9

915 Kata

Isabela memundurkan kepalanya sementara Mateo menatapnya. "Ciuman pria tulen, huuh...?" Mateo mengangguk. "Dalam rangka apa?" Mata Mateo mengerjap. "Entahlah." "Oh...baiklah. Lakukanlah nanti kalau kau sudah menemukan alasan yang tepat untuk apa ciuman itu." "Aku bingung dengan diriku sendiri." "Hmm...kalau aku boleh menebak. Kau adalah penyimpan duka yang handal. Tidak ada salahnya seperti itu. Yang salah adalah ketika duka yang kau simpan itu menjadi mempengaruhi jalan pikiranmu." Mateo mendengarkan dengan seksama. "Manusia adalah pengendali dirinya sendiri. Lalu kenapa aku melihat, kau tidak seperti itu. Kau..." "Lemah." "Kau yang mengatakannya. Aku bahkan tak sanggup mengatakan fakta itu padamu." "Apa aku terlihat menyedihkan?" Isabela mengamati Mateo dengan seksama "Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN