PART 10

1056 Kata

Isabela menoleh. Lonceng kecil di atas pintu toko bunganya berdenting nyaring tanda pintu didorong oleh seseorang. Dan Isabela menghela napasnya sedemikian pelan sambil beranjak. "Nona Antonia. Ada yang bisa aku bantu?" Antonia terlihat melangkah pelan sambil menggerakkan tangan menyentuh bunga-bunga segar yang terpajang di dalam bejana. "Bagaimana reaksi Mateo saat melihat bunga itu?" "Oh, dia diam saja." "Oh, really? Aku pikir dia akan mengamuk." Kalau tahu dia akan mengamuk kenapa pula harus mengirim bunga itu? Isabela membatin kata-katanya dan meraih gunting kecil. Dia mulai memotong duri-duri pokok mawar yang baru saja datang. "Aku mau mengirimkannya lagi. Maksudku, bunga mawar pucat seperti kemarin." Isabela membuang napas pelan. "Baiklah. Segera aku kerjakan. Kurir akan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN