Mentari sore menyinari langit Jakarta, masuk ke celah-celah jendela hingga sampai di ruang dekat balkon lantai dua. Arjun sedang sibuk dengan laptopnya, mengerjakan tugas sekolah meskipun salah satu tangannya terluka. Aku duduk tak jauh darinya, membaca buku dengan santai. Ah, kenapa aku bisa sesantai ini di saat dosen pembimbing marah besar. Tadi malam aku diomelin habis-habisan karena kemarin lari ke kantor polisi dan mengabaikan dosen yang menunggu. Tindakan gila bagi mahasiswi semester akhir. Untuk pertemuan selanjutnya pasti akan sulit, bisa jadi dosenku akan mempersulit. Ruangan lantai dua tidak dilewati banyak orang, sepi, semua perabot rumah ini mewah dengan d******i warna emas. Dulu, aku pernah ke sini. Juga pernah membayangkan duduk di sini sebagai menantu. Memang benar s

