Sekarang mereka satu payung, kepala gadis itu mendongak menatap mata Jexeon. Tidak peduli bisikan orang yang baru pertama melihat suami Yua. Pasti aneh, Jexeon terlihat seperti preman jalanan. Celana Levis sobek bagian lutut dan kaus hitam. Sementara Yua sangat anggun dengan gamis panjangnya. Sekilas saja semua orang bisa melihat perbedaan yang begitu jauh. "Aku datang bukan untuk menjemputmu," ucap Jexeon. "Lalu apa?" "Nggak sengaja lewat." Seharusnya Yua marah, tetapi gadis itu malah semakin menempel padanya seperti itik. "Kalau gitu makasih udah nggak sengaja lewat dari rumah ke sini bawa payung." Yua tidak percaya dengan dalihnya. Jexeon sendiri bingung kenapa kakinya bisa bergerak ke sini? Ia merasa aneh, terus melihat ke bawah. Yua menghindari air hujan dengan menempel pa

