Hujan

1027 Kata

Aroma Yua membuat Jexeon tenang dan bisa memejamkan mata, kehadiran gadis itu perlahan mencuri perhatiannya. Tingkahnya yang malu-malu tapi kepo terasa menggemaskan. Jexeon terbangun ketika tidak mendapati Yua di kamar, ia mencari ke kamar mandi. Tidak ada juga. Jexeon memakai kaos dan turun ke lantai bawah. Terlihat di pintu, Yua sedang mengantar Roan pergi. Ada yang mengusik hatinya, sesuatu yang tidak disukai. Jexeon tidak tahu apa itu. Dia turun ke bawah, menangkap basah Yua yang sedang melihat mobil Roan meninggalkan rumah. "Astaghfirullah, Mas ngagetin." "Ngapain Roan ke sini?" "Cuma ngasih obat, kok." Yua menunjukkan salep di tangan, bibirnya tersenyum cerah. Seperti tidak merasa bersalah. Terkadang Yua seperti anak kecil yang polos, terkadang dia juga seperti gadis rapuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN