Pipinya bersemu merah, mengingat kejadian semalam. Padahal ia belum diperawani. Tapi rasanya sudah sangat senang karena hubungan mereka berkembang. "Cie ehem. Senengnya pengantin baru." "Hihi, masih PDKT tapi sekarang udah makin deket." "Wah kayaknya bentar lagi bakal ada bayi nih. Bibi harus siap-siap jadi baby sitter juga." Mendengar itu pipi Yua semakin merah, membayangkan memiliki anak yang mirip Jexeon. Pasti menggemaskan. "Ih bibi nih, kejauhan ah mikinya." "Loh, beneran Non. Kalau pengantin baru masih kuat-kuatnya, biasanya cepet dapet momongan. Apa mau bibi kasih jamu biar makin top cer?" "Ih bibi apaan sih, buat malu aja. Nggak perlu pake jamu kayak gitu," jawab Yua. "Ah iya, nggak perlu pake jamu. Diliat dari luar aja Den Jexeon udah kuat banget." Omongan bibi benar

