Aku menghapus air mataku, Roan sangat baik. Kenapa kita tidak berjodoh? Kenapa aku malah jatuh cinta pada orang yang salah? Apa mungkin ini semua karma karena sikap jahatku saat masih remaja? "Makasih banyak atas bantuanmu," Roan membusungkan d**a, mengisinya dengan oksigen. Lalu berjalan sembari mengembuskan napas, meninggalkanku di sana. Aku berbalik, melihat punggungnya menjauh. Aku tidak ingin menyalahkan takdir, apapun ceritanya, bagaimanapun cara kami berpisah, Tuhan sudah menggariskan bahwa kami tidak berjodoh. Roan adalah pria yang baik. Sampai sekarang pun aku masih menganggapnya seperti itu. Langit malam ini tak tampak bintang, angin yang berembus mengingatkan pada kejadian buruk beberapa tahun lalu. Hanya anggota keluarga yang tahu bahwa saat itu aku hampir diperkosa. D

