Embusan angin menerbangkan asap rokok, ujung putung yang tinggal debu terjatuh ke udara- terbang ke halaman rumah. Tidak ada yang tahu apakah debu itu jatuh di dedaunan atau hilang bagai buih. Jexeon menghisap rokok ke tiga. Sekarang sudah pukul dua malam, para pekerja yang menghias taman sudah beristirahat. Rumah sepi dengan lampu mati. Dari balkon lantai dua, Jexeon menatap langit gelap. Bulan sabit berada di ujung sana, ditemani bintang kejora. "Apa yang salah?" gumamnya sembari meniup asap rokok ke udara. Dia tidak tahu kenapa Yua marah sampai tidak mau tidur sekamar dengannya. Gadis itu memilih tidur bersama Arjun di kamar lain. Jexeon masih menatap langit berjam-jam tanpa menemukan jawaban. Menyelami pikirannya sendiri untuk mencari tahu alasan Yua marah. Memang kenapa kala

