Kekacauan

1404 Kata

Peluh keringat membasahi kemeja, tuxedo berwarna hitam yang tadi dikenakan Jexeon sudah terlempar jauh. Robek di segala bagian sejak digunakan sebagai senjata. Namun, musuh terus berdatangan layaknya laron. Mengincarnya sembari menghancurkan segala yang ditemui. Matanya melirik Yua, gadis itu ketakutan di antara dua pria yang melindunginya. Dia mengerang karena polisi tak kunjung datang, seharusnya sudah sampai sekitar sepuluh menit lalu. Tidak mungkin ayahnya atau tamu lain tidak lapor polisi. Sepuluh meter dari Jexeon, terlihat Roan kewalahan melindungi Yua. Dia terluka di segala bagian, tidak terbiasa dengan pertarungan. Sementara Lazio terus bertahan dengan menyerang tiga orang sekaligus. "Sial!" Rencananya kacau, tidak tahu apa yang dilakukan polisi. Mereka sangat lambat. Setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN