Rasa takut kehilangan bersanding dengan cinta, semakin dalam cinta maka semakin perasaan takut itu menjadi sangat nyata. Jexeon sadar betul hal itu. Dia yang setiap saat berada dalam bahaya, memiliki banyak musuh, selalu takut terjadi sesuatu pada istrinya. Jexeon tidak ingin Yua terluka sekecil apapun. "Bener udah baikan?" tanya Jexeon. Yua sudah minum tolak angin yang dibeli di jalan, perasaannya sedikit membaik meskipun masih pusing. Rasa mualnya reda seiring waktu. Perjalanan ke rumah keluarga Nathanael membutuhkan waktu dua jam, ditambah macet yang panjang, kota Jakarta selalu saja seperti ini. Namun, Jexeon tidak merasa sebal. Pasalnya ia sedang bersama Yua. Perjalanan sepanjang apapun, ia rela asal ada Yua di sampingnya. Sekarang ia bisa mengobrol lebih lama. Tidak sekaku

