Sulit Mengobrol

1875 Kata

Jexeon memandang bergantian wajah dua orang yang tengah mengobrol sembari menikmati pecel lele, sementara dia hanya mengambil nasi tanpa ayam. Memakannya dengan lalapan. Benci sekali dengan keadaan ini. "Aku tuh dulu mikirnya kamu benci aku, tiap kita ketemu kamu selalu nyeremin," kata Yua. Tertawa bersama Lazio. "Yaelah, mukaku emang ganteng kayak gini. Bukannya judes sama kamu, malah aku pikir kamu anti sama cowok urakan." "Kalau aku anti sama cowok badboy, udah pasti aku nggak nikah sama Mas Iyon, iya 'kan Mas Iyon?" "Hmm," jawab Jexeon dingin seperti biasa. Lele yang mereka makan tinggal kepalanya, masih menjilat jari yang ada sambelnya. Sementara nasi sudah habis. "Dulu aku temenan sama para badboy geng motor tahu." Yua memberitahu. Jexeon tertarik dengan obrolan Yua, tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN