“Terima kasih untuk bantuanmu selama ini, Petra. Aku senang karena bisa menjadi teman perjalananmu dan mengenalmu selama beberapa hari ini.” Dara mengulurkan tangannya pada pria itu, menahan tangisnya agar tidak jatuh. Petra tersenyum, memperhatikan uluran tangan Dara namun tidak juga menyambutnya. Pria itu malah bolak-balik menatap tangan Dara yang terulur lalu wajah wanita itu, kemudian kembali pada wajah wanita di hadapannya. Bukannya menyambut uluran tangan Dara, Petra malah menarik Dara lama pelukannya, tidak erat, karena ada Jea di tengah-tengah mereka yang Dara sedang gendong. Petra memeluk ringan wanita itu, lantas menepuk-nepuk punggungnya pelan. “Terima kasih juga karena sudah menjadi teman seperjalananku. Terima kasih untuk waktunya dan pandangan-pandangan luar biasa yang kamu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


