“Ini sudah seminggu, Taehyun. Mau sampai kapan Miran menghindari anaknya? Kasian Junho jadi tidak minum asi dari ibunya langsung. Bagaimana bisa Miran bersikap seperti ini pada putranya sendiri?” Taehyun tidak tahu sudah berapa kali mendengar ucapan macam ini dari ibunya. Dan Taehyun jelas tidak bisa memastikan kapan Miran akan melunakkan hatinya, bagi Miran—Taehyun adalah pengkhianat dan mengurus putra dari seorang pengkhianat jelas membuat wanita itu tersakiti berkali-kali lipat. “Aku akan berusaha membujuknya lagi, Bu. Ibu tolong sabar sebentar ya, dan maaf kalau Ibu jadi harus mengurus Junho untuk sementara.” “Bukan masalah mengurus Junho atau tidak, Taehyun. Aku bisa menjaganya sampai Junho besar kalau aku mau, tapi ini lebih pada tanggungjawab seorang ibu, peran ibu yang juga haru

