Hari yang berlalu terasa begitu cepat juga lambat. Taehyun sibuk dengan pekerjaannya dan memang sengaja menguras dirinya untuk tenggelam dengan hal itu. Taehyun tidak ingin memikirkan apa yang sebelumnya dirinya pusingkan, meski berkali-kali pikiran dan ingatannya kembali pada Dara, tapi pria itu benar-benar sebisa mungkin berusaha mengenyahkannya dari kepala. Taehyun tidak ingin menghitung hari, minggu atau bulan. Tapi nyatanya? Semua itu sudah Taehyun lewati dengan susah payah. Pria itu pikir seiring berjalannya waktu perasaannya akan merasa lebih baik, nyatanya? Tidak, hal itu sama sekali tidak berpengaruh apa-apa. Ada kalanya Taehyun malah merasa sangat buruk—sisanya? Pria itu hanya berusaha denial dengan apa yang sedang dirinya rasakan. “Yeobo, bisa bantu aku berdiri? Maaf, belakang

