Malam ini Azel pulang dengan wajah babak belur di pipi kirinya. Lebam terlihat jelas ditambah dengan sudut bibir yang sudah membiru dan sedikit luka menganga disana. Ia memasuki rumahnya dengan langkah gontai dan terus beranjak hingga suara Aiden menghentikan langkahnya. "Darimana saja kau, Azel?!" Aiden mendekat lalu menghidupkan lampu untuk menerangi seluruh ruangan yang tadinya remang-remang. Azel dengan segera menyipitkan matanya dan juga menutup sedikit matanya akibat silau yang tiba-tiba merasuki retinanya. "Aku habis berkelahi dengan preman, Pa.." Dirinya terkekeh sebelum berbalik dan beranjak. Namun, Aiden lebih dulu menahan kembali langkahnya. "Sampai kapan kau akan seperti ini, hah?!" Teriaknya murka. Ia bahkan tidak sadar jika Invy sedari tadi menatap keduany

