"Sayang, jangan nakal-nakal yah?" Letta berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Cya. "Mama akan menjemputmu nanti karena Mama harus bekerja. Turuti apa kata guru, okay?" "Oke Ma." Balas Cya tak lupa anggukannya. Cup. Letta mengecup kening Cya pelan. "Jangan pulang sendiri sebelum Mama jemput." "Iya Ma." Kini Cya mendekat lalu mencium pipi Letta. Hal yang wajib dilakukannya setiap mereka hendak berpisah. Letta berdiri dan mengantarkan Cya sampai depan kelas. "Mama pergi ya. Bye.." "Bye Mama.." Cya melambaikan tangannya yang dibalas senyuman oleh Letta. Setelah punggung Letta menghilang, ia hendak berbalik namun suara asing yang tak didengarnya menghentikan langkahnya. "Halo cantik." Sapa laki-laki itu sambil memegang tangan Ailya. "Ciapa Kakak?" Tanyanya

