Azel terhenyak saat melihat gadis mungil dengan pipi tembem, wajah memerah dan mata yang sama dengannya. Perasaan hangat mengalir begitu saja didadanya. Ada apa ini? Siapa anak ini? Kenapa dia terasa sangat familiar? Wajahnya juga sangat mirip dengannya. Apa mungkin? Pikir Azel, namun saat ia mendengar keluhan anak itu yang ternyata tidak memiliki Papa membuat Azel semakin merasa bersalah. Apa ia dia anakku? Azel masih terpaku di tempat sambil menatap Cya yang kini sedang berbicara dengan gurunya. Azel memang memiliki insting yang tajam, namun ia masih meragu. Tak lama, Sang guru membawa Cya hingga akhirnya Cya juga balas menatapnya dan bergumam. "Papa.." setelahnya gadis kecil itu langsung keluar dari kelas. Azel dengan cepat mengikuti langkah Sarah tanpa memperdulikan pang

