"Sayang, nanti siang akan ada tukang yang hendak merenovasi kamarmu." Shaiqa berujar sambil menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. "Renovasi? Kenapa harus di renovasi, Mom?" Letta bertanya bingung. "Bukankah kau sudah besar? Sebentar lagi juga ulang tahunmu dan kamar itu membutuhkan renovasi untukmu dan suamimu nanti." "Oh~ Mom, please.. Aku masih muda belum kepikiran untuk menikah." Letta mencomot roti bakarnya dengan lahap. Levin langsung menyela. "Setidaknya kita sudah siap-siap jika-jika saja ada pria yang melamarmu." Letta berdecak malas sebelum tatapannya beradu dengan tatapan milik Vior. Letta tahu apa yang Sang Kakak pikirkan. Siapa juga yang ingin melamarnya jika saat ini saja ia berbadan dua? Vior memang tidak mengatakan apapun pada kedua orang tuanya

